Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psikopat

Image result for PSIKOPAT

Pasti Anda sudah familiar dengan istilah psikopat. Dalam dunia medis, dokter tidak menggunakan istilah psikopat, namun menggunakan istilah gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Berdasarkan beberapa hasil penelitian, pria memang lebih berisiko menjadi psikopat dibanding wanita.

Penyebab Seseorang Menjadi Psikopat

Penyebab dan cara mengatasi psikopat memang saling berkaitan. Kondisi kepribadian seseorang harus dideteksi terlebih dahulu apakah memang mengalami psikopat ataukan tidak, lalu barulah dilakukan tindakan penanganan.

Terjadinya psikopat atau psychopath memang belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terjadi karena adanya pengaruh faktor genetik, lingkungan, dan interpersonal (kepribadian setiap individu). Tak hanya itu, berbagai faktor yang bisa menyebabkan psikopat antara lain kurangnya kasih sayang dari orang tua, kesalahan pola asuh orang tua, kasus penelantaran anak, perlakuan kekerasan fisik kepada anak, sampai adanya kasus perceraian orang tua. Faktor ketidakharmonisan keluarga dalam bentuk perkelahian orang tua ataupun kasus orang tua yang kecanduan alkohol bisa memicu munculnya kepribadian psikopat.

Lingkungan yang tidak sehat, seperti tinggal di lingkungan masyarakat yang keras dan tidak mempunyai tata tertib juga memberikan pengaruh buruk pada sikap seseorang. Terlebih pada usia anak-anak, pembentukan sikap menjadi psikopat lebih berisiko karena anak lebih mudah terpengaruh dan kondisi psikisnya masih labil. Seorang anak juga cenderung lebih penasaran dengan perilaku setiap orang di sekitarnya. Tentu cara mengatasi psikopat disesuaikan dengan faktor penyebabnya karena memang berbeda-beda gejala dan tingkatan yang dialami setiap orang.

Berbagai Gejala Psikopat

Sebelum mengatasi psikopat, tentu ada upaya pemeriksaan dari dokter terkait kondisi psikis pasien yang sebenarnya. Diagnosis psikopat tersebut umumnya diberitahukan setelah usia seseorang menginjak 18 tahun, tetapi indikator gejala awalnya sudah diketahui sejak berusia 11 tahun. Berbagai gejala yang dirasakan adalah tidak mempunyai rasa bersalah ataupun penyesalan, tidak bertanggung jawab secara sosial, dan sering untuk berbohong atau tidak jujur.

Gejala berikutnya yang bisa dialami adalah tidak mampu membedakan tindakan yang benar dan salah, sehingga tidak bisa bertindak seperti orang normal pada umumnya. Mereka cenderung melakukan kejahatan tanpa rasa bersalah. Perasaannya juga tidak peka, sehingga tidak mampu berempati dan cenderung melanggar hak orang lain. Sifatnya juga emosional, nekat, gegabah, dan impulsif dalam kondisi tertentu. Bahkan, psikopat juga suka memanipulasi serta cenderung melakukan suatu hal yang berisiko tinggi.

Dilansir dari hellosehat.com, tidak semua psikopat merupakan pembunuh berdarah dingin. Terdapat di antara mereka yang dapat berlaku normal seperti orang pada umumnya, namun baru menunjukkan reaksi mencurigakan jika berada dalam kondisi tertentu. Scott A. Bonn Ph.D., seorang profesor bidang Sosiologi dan Kriminologi dari Drew University, menjelaskan bahwa psikopat tidak membentuk hubungan emosional ataupun rasa empati dengan orang lain, meskipun sering mempunyai kepribadian yang menghangatkan, bahkan mempesona.

Cara Mengatasi Psikopat

Semakin cepat dalam menangani gejala psikopat, semakin cepat pula memulihkan kondisi penderitanya. Cara mengatasi psikopat selama ini adalah dengan melakukan terapi. Meskipun terapi yang diberikan belum terbukti dapat menyembuhkan, tetapi mampu mengurangi gejala dan faktor risiko yang lebih parah di kemudian hari.

Beberapa contoh terapi yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan psikopat antara lain terapi berkelompok, psychoanalysis, psychodrama, psychosurgery, ECT (Electroconvulsive Therapy), dan obat-obatan. Penanganan seorang psikopat tersebut tidak mampu dilakukan hanya untuk sekali terapi, tetapi harus dipantau secara rutin dan berkelanjutan.

Sumber Artikel:

honestdocs.id

alodokter.com

hellosehat.com

Sumber Gambar:

hellosehat.com

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>